TURUT BERBANGGA, ANGGOTA UKPM LOLOS PENDANAAN PKM DIKTI TAHUN 2022

Dipublikasikan oleh admin pada

Express – Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran STKIP PGRI Jombang meraih prestasi dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Mahasiswa yang bertempat tinggal di Dukuharum Megaluh, Vivi Rahmawati dari Program Studi Pendidikan Ekonomi lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2022. Sebelumnya, Vivi juga pernah lolos dalam PKM skim Pengabdian Masyarakat Tahun 2021.

Kegiatan PKM Kemendikbudristek setiap tahun diadakan bertujuan untuk mempersiapkan sumber daya mahasiswa yang berorientasi ke masa depan dan ditempa dengan transformasi Pendidikan Tinggi sehingga menjadi lulusan yang unggul, kompetitif, adaptif, fleksibel, produktif, berdaya saing dengan karakter Pancasila, serta memandu mahasiswa menjadi pribadi yang tahu dan taat aturan; kreatif dan inovatif; objektif dan kooperatif dalam membangun keragaman intelektual.

Rangkaian kegiatan PKM mulai dari bimbingan secara luring dengan tetap menaati protokol kesehatan hingga pengesahan usulan proposal secara daring dilaksanakan hampir 3 minggu terhitung mulai dari tanggal 12 s.d. 30 Maret 2022. Kemudian, pengumuman mengenai proposal yang lolos disampaikan pada hari Jumat, 27 Mei 2022.

Proposal yang diajukan oleh Vivi berserta anggota kelompoknya yang bernama Yogie dan April dari Program Studi Pendidikan Ekonomi serta Hafidz dari Program Studi Pendidikan Penjas memiliki judul “Lampu Tidur Tricor Bernada Anti Nyamuk”. Proposal ini termasuk ke dalam PKM-Kewirausahaan yang mana mahasiswa berlatih membuat kreasi dan inovasi produk usaha yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Inspirasi membuat lampu ini datang dari banyaknya limbah degan yang berserakan di lingkungan. Kami ingin membuat produk yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat, tercetuslah ide untuk membuat lampu tidur yang terbuat dari limbah degan. Lampu tidur ini bisa digunakan sebagai alat penerangan sekaligus pengusir nyamuk. Kemudian, untuk besaran dana yang didapatkan adalah Rp 6.500.000, yang nantinya dapat digunakan untuk biaya produksi dan pemasaran,” ungkap Vivi selaku ketua tim PKM Lampu Tricor.

Rencana kegiatan yang dilakukan setelah proposal yang diajukan lolos adalah mempersiapkan proses pembuatan barang hingga menjadi produk siap pakai, kemudian memasarkan maupun mendistribusikan barang tersebut kepada masyarakat.

“Segala proses mulai dari pendampingan penyusunan proposal hingga pelaksanaan dan evaluasi tentunya tidak lepas dari bantuan dan bimbingan dari dosen pendamping,” tambah Vivi.
Harapan untuk kegiatan PKM dan mahasiswa yang sedang berkarya sebagaimana diungkapkan Vivi, “Semoga nanti bisa masuk PIMNAS dan bisa berproses pada PKM di tahun-tahun selanjutnya. Untuk sahabat UKM Penalaran, semoga apa yang saya bicarakan mengenai cara mendapatkan inspirasi dan sebagainya dapat membuka wawasan mengenai PKM sehingga bisa lolos pada penulisan proposal tahun berikutnya.” (3/6)

Penulis: Dewi Indah

Editor: Bilan


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.