SEMPAT TERTUNDA, GELAR BUDAYA KAMPUNG MANDURO BERLANGSUNG MERIAH

Dipublikasikan oleh admin pada

Dokumentasi: Foto Tim Pelaksana PHP2D HMP Bahtra bersama Tim Pegiat Seni Sandur Manduro dalam acara Gelar Budaya Kampung Manduro

Express – Gelar Budaya Kampung Manduro yang diselenggarakan oleh HMP BAHTRA STKIP PGRI Jombang pada tanggal 12 Juni di Balai Desa Manduro Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang sukses dilaksanakan. Acara tersebut dimulai pukul 09.00 WIB dengan tema “Menyongsong Masa Keemasan Kedua Sandur Manduro”. Ahmad Mu’izzuddin selaku ketua pelaksana menegaskan bahwa alasan acara tersebut dilaksanakan hari minggu salah satunya karena merupakan akhir pekan.

“Juga karena sasaran utama kami disini ialah anak – anak, kalau diadakan malam hari kan tidak tepat,” jelasnya.

Perlu diketahui bahwa beberapa mahasiswa HMP BAHTRA dari angkatan 2017 hingga 2020 ikut bergabung dalam tim PHP2D. PHP2D (Program holistik Pembinaan dan pemberdayaan desa) adalah salah satu bagian dari program kampus merdeka belajar-kampus merdeka (MBKM) yang mempunyai misi salah satunya menemukan atau mengembangkan potensi desa untuk pembinaan masyarakat dan membangun kerjasama yang baik antara organisasi mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintahan daerah, swasta dan masyarakat.

Gelar Budaya tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Manduro, Kepala SDN Manduro 1 dan 2, serta dosen pendamping tim PHP2D STKIP PGRI Jombang. Siswa siswi pilihan dari SDN 1 dan 2 manduro juga turut terlibat dalam pementasan seni tari sandur menduro. Seluruh warga sangat antusias menyaksikan serangkaian acara tersebut. Hal ini terlihat ketika balai desa sudah dipenuhi oleh warga bahkan sebelum acara dimulai.

Baca juga: Anggota UKPM Lolos Pendanaan PKM DIKTI Tahun 2022

Tim PHP2D selama Gelar Budaya juga menyiapkan buku tarian Sandur Manduro untuk panduan ekstrakurikuler yang terdiri dari buku Dongeng Asal – Usul Manduro (untuk sekolah dasar kelas 1 dan 2), Buku Mengenal Kesenian Sandur Manduro (sebagai buku referensi), dan Buku Sandur Manduro (struktur pertunjukan, teknik gerakan, dan istilah kata). Penyerahan buku tersebut masih bersifat simbolis, dengan catatan menunggu rilisnya barcode ISBN buku agar kemudian bisa segera disebarluaskan kepada masyakarat.

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini sesuai dengan tema yang diangkat, dimana sekitar tahun 1900-an kesenian Sandur Manduro tengah mengalami masa kejayaannya. Namun semakin kesini masyarakat semakin lupa terhadap kesenian daerah mereka sendiri. Ahmad Mu’izzuddin mengungkapkan bahwa kedatangan tim PHP2D ini untuk memberi respon dengan mengadakan serangkaian kegiatan pelatihan, sehingga kesenian Sandur manduro dapat terus berkembang.

Pak Jamilun selaku Kepala Desa Manduro mengungkapkan harapanya kepada pihak pemerintah daerah Jombang untuk pemberian anggaran dalam rangka pelestarian tarian sandur manduro.

“Alhamdulillah sejak bulan april kemarin sudah rutin pengadaan kegiatan seperti ini per tanggal 16 dengan bantuan pendanaan DPMPD, harapan kedepannya semoga kegiatan ini dapat membentuk generasi – generasi sandur dan kepada pemerintah setempat dapat mendukung pelestarian kesenian Sandur Manduro pada tahun yang akan datang,” tegasnya.

Alasan pelaksanaan Gelar Budaya yang dianggap sebagai puncak kegiatan PHP2D baru diadakan di tahun 2022 yaitu karena terdapat beberapa kendala dari tim PHP2D serta pihak desa juga belum ada momentum yang tepat untuk melakukan kegiatan penutupan. Para penari juga masih perlu waktu untuk menghafal tariannya.

“Harapan saya kegiatan ini rutin diberlakukan, tajuknya sama atau beda yang penting adakan satu tahun sekali sebagai kegiatan tahunan agar anak anak bisa menyalurkan kreatifitasnya, jangan sampai berhenti disini saja,” pungkas Mu’iz. (12/06)

Penulis: Ananda dan Iftia
Editor: Bilan


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.