Sang Bintang NKRI

Dipublikasikan oleh admin pada

Dr.(HBiografi Pahlawan Nasional Mohammad HattaC) Drs .H. Mohammad Hatta lahir dengan nama Mohammad Athar, yang lebih dikenal dengan nama Bung Hatta , beliau lahir menjelang fajar menyingsing, pada tanggal 12 Agustus 1902 di Fort de Kock yang sekarang dikenal dengan Bukittinggi , yang terletak di provinsi Sumatra Barat.

Bung Hatta wafat menjelang berakhirnya waktu maghrib. Beliau wafat pada tanggal 14 Maret 1980 pada usia 77 tahun. Sebelum meninggal beliau pernah sempat dirawat di rumah sakit Dr .Tjipto Mangunkusumo, Jakarta karena menderita diabetes. Beliau juga pernah menderita Malaria Tertiana. Jenis malaria ini tidak memerlukan perawatan rumah sakit.

Sebelum meninggal beliau pernah berpesan ,jika nanti beliau meninggal tidak mau dimakamkan di Makam pahlawan tapi ingin dimakamkan bersama dengan rakyatnya. Akhirnya pada tanggal 15 Maret 1980 beliau dikebumikan di TPU Tanah Kusir. Disini kita belajar dari beliau meskipun beliau orang yang sangat dihormati tetapi baliau tetap hidup merakyat hingga menutup usianya. Kita sebagai generasi penerus bangsa seharusnya dapat meneladani beliau yang selalu setia dan rela berkorban demi bangsanya sendiri. Hatta mendapatkan anugerah tanda kehormatan tertinggi “Bintang Republik Indonesia Kelas I” yang diberikan oleh Presiden Soeharto.

Ada sebuah wasiat dari Moh.Hatta untuk Bangsa ini yang hingga kini belum pernah dipublikasikan, bahkan belum pernah didengar oleh orang-orang. Wasiat itu ditulis oleh beliau pada saat beliau dirawat dirumah sakit, tepatnya sehari sebelum beliau meninggal. Namun beliau memerintahkan kerabat saudaranya agar jangan membuka dan memberikan kepada wartawan sebelum 7 hari setelah meninggalnya beliau. Akhirnya setelah 7 hari wafatnya beliau, kerabat dan wartawan membuka pesan terakhir beliau, Isi wasiat tersebut adalah :

“ BANGSA INI TELAH HILANG RASA MALUNYA”

Cuma 6 kata yang beliau berikan untuk bangsa ini, Namun 6 kata tersebut mencerminkan kondisi bangsa saat itu hingga saat ini. Semoga tulisan ini menjadi renungan bagi kita sebagai rakyat Indonesia yang merupakan penggerak maju atau tidaknya bangsa ini terutama kita sebagai generasi muda dimana kepimimpinan Negara kita akan ada di pundak kita. Mari jaga Persatuan dan Kesatuan demi kedaulatan NKRI hindari kekerasan dan konflik antar suku, ras maupun agama.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.