Polemik Magang Ketok Palu yang Tersembunyi!

Dipublikasikan oleh admin pada

Jombang-Orientasi studi dan pengenalan kampus atau yang lebih dikenal dengan Ospek merupakan kegiatan awal bagi setiap peserta didik baru guna menempuh studi ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam kegiatan ospek 2017 di STKIP PGRI Jombang lalu, kemahasiswaan telah memberitahukan bahwasannya ada sebuah program magang ke ormawa-ormawa yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru.

Program magang yang telah diterapkan pada awal ajaran baru, menyuguhkan konsep yang dapat diterima dengan baik oleh elemen-elemen organisasi mahasiswa yang ada di kampus. “Konsep dari program magang ormawa yaitu mahasiswa baru diperbolehkan mengikuti kegiatan ormawa selama satu semester, dengan tidak menjadi anggota tetap di ormawa yang diikuti” Ungkap Banu Wicaksono (10/04/2018).

Penerapan kebijakan program magang telah dilakukan sejak awal semester, melalui sosialiasi program yang disampaikan pada mahasiswa baru 2017. “Saya me-ngetahui adanya program magang saat pemberitahuan di hari pertama masa OSPEK dilakukan.” Ungkap Medina Permata Dewi, Mahasiswa Baru angkatan 2017 (06/04/2018).

Adanya program magang dibuktikan dengan lembar surat edaran yang telah disosialisasikan dalam materi OSPEK Mahasiswa Baru 2017. Terdapat 3 kewajiban bagi mahasiswa baru STKIP PGRI JOMBANG yakni, pertama mengikuti ospek, yang kedua membuat PKM (Program Kre-ativitas Mahasiswa) dan ketiga mengikuti program ma-gang Ormawa (Organisasi Mahasiswa). Kemahasiswaan membuat program magang sebagai bentuk pe-ngembangan mahasiswa diluar kelas serta sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat ospek dan SKPI (Surat Ke-terangan Pendamping Ijazah). Tahap sosialisasi telah me-nunjukkan bahwa program magang itu ada dan tengah berjalan. Keberjalanan kebijakan program magang ter-nyata tidak semulus harapan. Banyak sekali miss ko-munikasi dan misspersepsi antar elemen-elemen or-ganisasi mahasiswa.

Moh. Aziz Firdaus  Selaku ketua DPM Demisioner 2017 juga memaparkan beberapa fakta bahwa “Dalam hal ini memang sempat terjadi miss komunikasi antara pihak BEM, DPM terhadap kemahasiswaan. Ditambah koordinasi ditengah yang membuat konsep program magang ter-sebut tidak matang. Program magang ini akan dire-komendasikan kembali tahun depan. Harapannya jika program magang ini diterapkan ditahun depan maka harus dimatangkan terlebih dahulu baru dapat diterapkan ka-rena program ini sangat baik untuk mahasiswa baru se-bagai pengenalan dalam organisasi yang ada dikampus. An-tara BEM, Ormawa dan kemahasiswaan dapat melakukan koordinasi dari masing-masing pihak agar dapat bersinergi untuk kemajuan STKIP PGRI Jombang (16/04/18).

Beberapa ormawa juga mengaku belum mengetahui bagaimana sistem kerja program magang itu dilaksanakan. “Kami sendiri, selaku Pihak ormawa juga masih belum mengetahui konsep untuk program magang tersebut bagaimana. Saat mahasiswa baru mendaftarkan diri jadi anggota di ormawa kami, mereka berkata bahwa mereka ingin mendaftar magang di ormawa kami. Namun dari pihak ormawa kami beranggapan bahwa yang mendaftar adalah calon anggota yang benar-benar ikut ormawa kami bukan hanya untuk magang,” tutur Julia Aida Husnia salah satu anggota ormawa (09/04/18).

Setelah adanya konfirmasi dari pihak kemahasiswaan, memang benar program magang tersebut ada dan sudah disosialisasikan saat ospek. Namun, banyak mahasiswa baru maupun anggota ormawa yang belum mengerti akan konsep program magang itu seperti apa. “Kami sudah mensosialisasikan kepada mahasiswa baru saat ospek mengenai program magang namun koordinasi antara anggota bem, ormawa dan kemahasiswaan kurang bersinergis sehingga banyak mahasiswa baru yang tidak mengerti mengenai magang ini sehingga program magang tahun ini tidak berjalan dengan baik sesuai tujuan,” tutur Banu Wicaksono selaku pemimpin kemahasiswaan (10/04/18).

Mengenai program magang ini, terdapat adanya ke-salahpahaman terkait pelaksanaan dan sistematikanya. “Kami sudah pernah juga mengagendakan Forum Komunikasi Ormawa (FKO) untuk membahas ini bersama dengan para BPH Ormawa. Ada yang pro dan kontra, ada pula yang masih bertanya-tanya tentang bagaimana sebenarnya magang ini? kami hanya menjawab sebagian yang kami ketahui.” Ungkap Chaesar Nico S. Selaku ketua  BEM Demisioner (16/042018).

Pihak dari BEM dan DPM belum sempat duduk bersama mendiskusikan mengenai program magang tersebut (pihak ormawa dengan kemahasiswaan) sehingga program magang yang sebenarnya ada tidak terlaksana dengan baik sesuai yang diharapkan.

Kebijakan magang ini adalah sebagai upaya untuk me-ngajak mahasiswa untuk pro aktif mengembangkan softskill serta minat bakatnya melalui wadah yang bernama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Program magang ini diharapkan dapat memudahkan mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan ormawa yang diminati dan untuk meningkatkan kemampuan dan mendukung mahasiswa baru agar lebih bermutu karena program magang adalah gagasan yang sebenarnya mempunyai esensi yang sangat bagus bagi mahasiswa baru maupun kampus.

Oleh: Evina

 

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.