SASTRA PEDIA #7

TATOOleh: yousenja Sebuah tato di pergelangan tanganmuSeperti pengingat jam pada tengah malam yang digandrungi bintangDan di hiasi pucuk bulanAyam jantan berkokok tak henti-henti sambil memandang jendela kamarmu dengan mata melotot Ada nadi keluar dari tanganmuLalu kau terisak-isakMenyalahkan waktu Semoyono, 24 Mei 202220.42 DETAK DETIKOleh: Lisa Kusuma Dari sebuah detik kita Read more…

SASTRA PEDIA #6

Peminta Oleh: Lisa Kusuma Kini aku mengertiKini aku pahamiApa itu manusiawi Melihat orang berjalan tanpa alasMenadah tangan dengan memelasMengharap pada mereka punya rasa belas Sedih rasanya melihat merekaSelalu menahan lapar dan laraTersayat rasanya melihat mereka derita Tapi bagiku takdir tuhan selalu adilPerlahan penderitaan mereka di ambilDengan usaha mereka merubah takdir Read more…

SEBAGIAN HIDUP KITA, IA PUISI

BUKAN RUMAH, DIKSIOleh: kalimatilusi Rumah, Bukan, Kontrakan senyaman rumah, dengan hatiAlas hanya berupa lembaran kertas,Kala dingin berselimut klausa,Kala gerah bergurau dengan pena,Tak pernah kecewa,Sungguh rumah,Ah,Maksudku kontrakan yang indah,Dan nyaman. TEMPAT BERCERITAOleh: Laily K Ummah Bulan maret, tanggal dua puluh satu, dua ribu dua puluh duaSaat itu…Pikiran yang dipenuhi kata-kataEntah, aku Read more…

MEMAKNAI PUISI SEORANG NOVELIS, EMILY BRONTE

Tulisan Peri Yang Terkenang Tak ada cahaya esok yang dapat menyinari surgaku,Tak ada pagi kedua yang dapat bersinar untukku;Semua kebahagiaan hidupku berasal dari jiwamu,Semua kebahagian hidupku terkubur dalam dirimu.Tetapi, ketika hari-hari dengan mimpi indah telah binasa,Dan ketika keputusasaan telah dihancurkan dalam ketidakberdayaan;Lalu aku belajar bagaimana kebahagian bisa disimpan dalam hati,Dengan Read more…

SASTRA PEDIA #4

NIAT BAIK Oleh : Arinda Lavender, 1912. Rumahku. Tiga gadis memanjatkan doa tabu. Untuk pulang, untuk pulang. Kedua tangan nya terikat, tercekik keangkuhan. Namun Maia tak percaya niat baik. Menutup mata dengan hati resah. Terbangun dengan harapan esok. Namun akankah esok benar-benar ada? Ataukah hanya hari ini yang akan terulang. Read more…

SASTRA PEDIA #3

SEKEJAP Oleh: Laily Khoirotul Ummah Hujan kemarin seperti mimpi Terlalu deras untuk dilewati sendiri Tanpa suara, hasrat terbungkam sunyi Hanya tertuju untuk melewatinya Bersamamu seperti mimpi semu Akankah menjadi kenangan seperti duri yang tertanam? Sekejap dalam tepian nestapa Akankah menjadi air mata yang hangat Berbaiklah, ini hanya hujan lewat Aku Read more…